Rabu, 01 Juli 2009

Web Browser Tercepat dan Terburuk

Upaya Apple memasang Nitro Engine untuk menggenjot kecepatan Safari 4 tidak sia-sia. Browser Apple terbaru yang masih dalam versi beta ini terbukti jauh lebih cepat dibandingkan para pesaingnya.

Nitro Engine adalah mesin JavaScript super cepat yang digunakan untuk melipatgandakan kemampuan JavaScript pada browser Safari sampai 30 kali lipat lebih cepat. Kecepatannya melesat dibandingkan Internet Explorer dan tiga kali lebih cepat dibandingkan browser Mozilla, Firefox 3.

Tidak hanya itu, Apple juga meningkatkan performa HTML (HyperText Markup Language) di browser ini sehingga kemampuan membuka halamannya tiga kali lebih cepat dibanding Internet Explorer 7 maupun Firefox.

Apakah ini sungguh-sungguh atau Apple hanya melebih-lebihkan? Tidak juga. Pengujian terhadap Safari 4 Beta menggunakan SunSpider menghabiskan waktu 657 milidetik. Sementara terhadap Safari 3 membutuhkan waktu lebih lama, 2.970 milidetik.

Firefox 3 membutuhkan waktu yang lebih lama lagi yaitu 2.399 milidetik, menandakan kecepatan browser ini kalah jauh dibanding browser yang membutuhkan waktu lebih sedikit.

Bahkan Firefox 3.1 versi Beta terbaru (Firefox 3.1) yang juga mengembangkan mesin JavaScript yang ditingkatkan kecepatannya dan dikatakan jauh lebih cepat dari Firefox sebelumnya hanya mencapai angka 1034 milidetik dalam pengujian.

Sementara dalam pengujian ini Internet Explorer menunjukkan performa paling buruk. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengujian 19.902 milidetik. Tetapi Internet Wxplorer 8 jauh lebih baik dengan angka 4137 milidetik.

Satu-satunya yang mampu mengejar Safari 4 Beta adalah Chrome 1.0. Browser yang dikembangkan ini, meski masih lebih lambat dari Safari 4 tetapi menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh jaraknya, 853 milidetik.

Semua pengujian tersebut dijalankan di komputer iMac dengan sistem operasi Windows Vista. Pengujian yang dijalankan di iMac dengan Mac OS X Leopard menunjukkan Safari 4 Beta memperoleh angka 639 milidetik dan Firefox 3.0 memperoleh angka 2535 milidetik.

Dengan performa semacam itu tak heran Apple agak melambung. “Safari selalu bicara tentang performa, fitur inovatif dan standar web. Safari 4 adalah langkah besar dalam mendorong inovasi browser,” ujar direktur senior software sistem, global produk marketing Apple, Brian Croll.

Senin, 22 Juni 2009

Antivirus yang Cocok Untuk Blogger




Banyak sekali vendor-vendor yang mengeluarkan software antivirus, namun pilihan saya hanya jatuh kepada AVG Free. Sesuai dengan namanya AVG Free ini adalah aplikasi Antivirus yang 100% gratis. Namun meskipun Antivirus ini gratis, saya jamin antivirus ini sangat hebat, tangguh, cepat dan berguna bagi para pengguna komputer. Jika di bandingkan dengan antivirus lainnya seperti NORTON, NOD32, KASPERSKY dan banyak lagi yang lainnya, menurut pengalaman saya yang paling bagus dan cocok untuk kita sebagai bloger adalah AVG Free Edition.

Pengalaman saya sehingga menjadi demen dengan AVG Free ini adalah di karenakan pada suatu hari komputer saya terkena virus yang sangat GANAS!!! waktu itu saya menggunakan NAV dengan updateAn terkini. Namun ternyata NAV langsung di kill atau di klose otomatis oleh virus tersebut. Kemudian saya coba memakai NOD32 ternyata masih tidak bisa di atasi. Akhirnya atas usulan teman saya, saya memakai AVG dan akhirnya sayapun bisa memberantas virus tersebut. sAmpai sekarangpun saya masih memakai AVG Free Edition dan tidak ada yang namanya virus yang mau nongol ke komputer saya.

So untuk teman2 blogger ku jika mau memakai antivirus, AVG Free edition adalah pilihan yang sangat tepat.

Minggu, 21 Juni 2009

Pengelola Youfacester Hanya Sewa Domain di IDFreeHost from OkeZone

JAKARTA - Situs Youfacester.com ternyata hanya membeli domain dari IDFreeHost. Artinya pengelola situs kloning Facebook tersebut tidak menjadikan IDFreeHost sebagai tempat untuk menyewa hosting.

"Pengelola Youfacester.com memang membeli domain dari IDFreeHost, akan tetapi Youfacester tidak pernah menyewa hosting atau server di tempat kami," demikan keterangan IDFreeHost yang dikutip okezone, Jumat (12/6/2009).

Ditambahkan juga melalui keterangan tersebut bahwa server Youfacester.com berada di data center Lintaswave yang berada di wilayah Jakarta. Sedangkan IDFreeHost tidak memiliki server di tempat itu.

"IDFreeHost tidak memiliki server di Indonesia. Lokasi server kami semua di USA," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah jejaring sosial mirip Facebook yang beralamat di Youfacester.com muncul di dunia maya. Akan tetapi sang pengelola enggan menyebutkan identitas aslinya, dan memilih menggunakan nama samaran Cendol. Tidak hanya itu saja, alamat yang dicantumkan juga turut disamarkan.

Sebelumnya okezone sempat memberitakan bahwa situs tersebut menyewa hosting di IDFreeHost. Namun penyedia hosting itu membantahnya.

Kloning Facebook Hadir di Indonesia

Kepopuleran Facebook rupanya menarik minat salah seorang perancang web Indonesia untuk menciptakan situs jejaring sosial serupa Facebook bernama Youfacester.

Konon, penamaan situs Youfacester yang beralamat di www.youfacester.com ini merupakan paduan dari tiga nama situs jejaring sosial populer yaitu Youtube, Facebook, dan Friendster.

Saat ditelusuri okezone, Jumat (12/6/2009), situs bernama Youfacester ini nampak seperti hasil kloning Facebook. Bahkan si pembuatnya memang sengaja memperkenalkan Youfacester sebagai kloning Facebook. Pada sebelah kiri bawah halaman log in tertulis: Youfacester Indonesian, Facebook Clone Layout.

Jika di halaman log ini Facebook terdapat gambar peta dunia, Youfacester menjiplaknya dengan menyertakan gambar peta Inonesia.

Pengunjung situs jiplakan ini pun nampaknya sudah mulai banyak, meski begitu masih sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung situs Facebook atau Friendster.

Bentuk tampilannya memang didesain benar-benar mirip Facebook, namun beberapa aplikasi kontennya memang agak berbeda.

Meski diklaim bahwa situs ini merupakan Facebook-nya Indonesia, Youfacester sendiri masih menggunakan bahasa Inggris.

Menurut kabar, pada akhir Juli nanti akan segera hadir Youfacester dengan versi bahasa Indonesia dan beberapa versi bahasa lainnya. Hingga saat ini belum jelas siapa jati diri si pembuat situs kloning Facebook ini.

Sabtu, 20 Juni 2009

Kaspersky : Conficker, Ancaman Internet Terkuat

Kido, yang juga dikenal dengan sebutan Conficker dan Downadup, saat ini merupakan ancaman serius di Internet. Jutaan komputer yang terinfeksi Kido bisa jadi sumber kejahatan cyber yang sangat berbahaya.

Menurut keterangan resmi Kaspersky, Kamis (2/4/2009), Kido menyebar melalui jaringan lokal dan media penyimpanan. Kido menginfeksi komputer menggunakan celah MS08-067 pada Windows. Untuk hal ini, Microsoft sudah meluncurkan patch untuk menambal celah kurang lebih setahun yang lalu. Namun, para ahli berpendapat masih banyak komputer yang belum ditambal pada bulan Januari, saat puncak penyebaran Kido. Tanpa diinstalnya patch serta tidak digunakannya antivirus secara efektif membuat penyebaran kido sangat luas. Saat ini, diperkirakan sudah 5 sampai 6 juta komputer yang memiliki koneksi internet dan sudah diinfeksi oleh Kido dan variannya.

Ada beberapa faktor yang membuat Kido menyebar secara global, yaitu kelalaian dalam penggunaan antivirus, tidak adanya suatu badan yang bertanggung jawab untuk keamanan Internet, serta usaha dari pemerintah dan ahli keamanan dalam bidang teknologi informasi.

Penyebaran dengan skala yang sama sudah pernah terjadi. Meskipun demikian, malware lama yang penyebarannya seperti itu tidak punya kemampuan seperti Kido, yakni kemampuan untuk menghindari deteksi dan perbaikan.

Versi ketiga Kido saat ini tengah menyebar. Program ini menggunakan teknologi yang sangat rumit. Kido mengunduh update untuk dirinya sendiri dari beberapa alamat situs web yang terus-menerus berubah. Kido menggunakan jaringan lokal sebagai jalur tambahan untuk memperoleh update. Enkripsi yang sangat baik menambah kerumitan Kido. Kido bahkan punya mekanisme untuk mematikan fitur keamanan.

Kido melakukan update dengan mengunduh kode dari 500 domain. Domain-domain itu dipilih dari 50 ribu domain yang dibuat setiap hari. Kelima ratus domain itu dipilih secara acak sehingga sulit untuk dimonitor.

Karena itulah, Kido jadi perangkat kejahatan yang sangat kuat sepanjang sejarah internet. Kido memiliki kemampuan untuk tahan terhadap berbagai upaya pemblokan. Pembuat Kido juga membuat suatu botnet sehingga pelaku kejahatan di dunia cyber bisa melakukan serangan DDos terhadap apa pun di dunia internet, seperti mencuri data rahasia dari komputer yang sudah diinfeksi atau menyebarkan informasi yang tak diinginkan (seperti spam).

Maret lalu, muncullah update besar-besaran terhadap Kido. Pada 1 April 2009, botnet Kido menggunakan pendekatan yang tadi sudah disebutkan untuk menerima perintah dari pembuatnya melalui 50 ribu domain per hari. Tindakan itu membuat prediksi menjadi sulit.

Antivirus Gratisan Microsoft, Ancam Symantec from OkeZone

BOSTON - Antivirus gratisan dari Microsoft diprediksi para analis akan mengancam kelangsungan perusahaan antivirus eksisting seperti Symantec, McAfee dan lainnya.

"Rencana Microsoft untuk menggelontorkan antivirus tak berbayar merupakan berita yang sangat baik bagi konsumen. Namun kabar ini rupanya tidak cukup menyenangkan bagi kompetitor," ujar analis industri PC dari Endpoint Technologies Associates Roger Kay, seperti dikutip melalui Reuters, Jumat (19/6/2009).

Ketidaksenangan ini rupanya terlontar dari salah satu perusahaan antivirus besar di dunia. Melalui Direktur Senior Symantec Dave Cole, perusahaan itu mengatakan bahwa produk antivirus dan antispyware milik Microsoft tersebut telah menyalahartikan arti software keamanan yang sebenarnya.

"Pengguna PC membutuhkan keamanan jaringan super ketat, ekstra proteksi firewall, pemberantas spam, dan fitur lainnya yang hanya bisa didapatkan melalui program keamanan berlangganan," ujar Cole.

Namun Microsoft membantah perusahaannya akan berkompetisi langsung dengan Symantec, McAfee atau yang lainnya. Salah satu tujuan diadakannya software gratisan ini, ujar juru bicara Microsoft Theresa Burch, adalah untuk memberikan kenyamanan pada pengguna PC yang belum sempat membeli antivirus untuk PC-nya.

Bahkan Microsoft menegaskan, antivirus ini hanya digunakan untuk memerangi software-software pembawa virus yang berpotensi membahayakan PC. Sedangkan full poteksi seperti enkripsi, firewall, data backup, dan parental control, tetap akan mengandalkan dukungan dari perusahaan antivirus ternama.

Namun analis dari Enderle Group, Rob Enderle mengatakan, konsumen tidak mementingkan fitur-fitur tersebut karena yang terpenting bagi mereka adalah pola gratisan yang ditawarkan.

"Jika ada sesuatu yang bagus dan ditawarkan gratis, untuk apa kita mesti membeli?" tandas Enderle.

Kekhawatiran ini cukup beralasan. Pasalnya, Microsoft menawarkan produk antivirus sama dengan yang biasa ditawarkan oleh Symantec, McAfee dan Trend Micro dengan biaya berlangganan sekira USD40 per tahun.

Denda USD2 Juta Gara-gara Musik Bajakan

Pengadilan Negeri Minnesota telah menngeluarkan putusan terhadap kasus musik digital bajakan yang dilakukan oleh seorang wanita, dengan denda senilai USD1,92 juta.

Jammie Thomas-Rasset, wanita single parent dengan empat orang anak telah dinyatakan bersalah karena mendownload 24 lagu secara ilegal melalui internet. Ia ketahuan telah mendapatkan lagu-lagu tersebut dengan menggunakan jaringan file sharing Kazaa.

Dilansir melalui AFP, Jumat (19/6/2009), setelah pembahasan selama lima jam, juri pengadilan akhirnya memutuskan Jammie untuk membayar lagu-lagu tersebut dengan nilai USD80.000 per lagu, kepada enam buah perusahaan rekaman. Perusahaan-perusahaan rekaman tersebut adalah Capitol Records, Sony BMG Music, Arista Records, Interscope, Warner Bros, dan UMG Records.

Jammie merupakan korban pertama yang telah dijatuhi hukuman karena melakukan download musik di internet secara ilegal. Seluruh perusahaan rekaman di Amerika, melalui asosiasinya yang bernama Recording Industry Association of America (RIAA) berencana untuk mulai mengajukan tuntutan hukum kepada para pembajak di internet, dengan denda senilai USD3.000 hingga USD5.000 per lagu.